Apakah Sama?

0 comments
-Malam selalu memberiku kesempatan untuk lebih menggali arti mengenai cahaya-

Sejenak sebelum tidur, ada sesuatu yang menggangguku. Sebenarnya hari ini aku mencoba untuk mencari sesuatu yang lain, untuk mencari pelarian dari kesunyian. Tapi entahlah, mungkin memang belum waktunya aku menemukan hal yang bisa sedikit "meramaikan" ceritaku di sini.

Tiba-tiba aku teringat ada sebuah cerita. Cerita yang merupakan replikasi kw super dari cerita yang pernah aku alami sebelumnya. Aku tersadar bahwa ada hal yang aku alami sekitar satu tahun dua bulan yang lalu dan kembali terulang lagi pada bulan ini. Kamu ingat? Mungkin kamu lupa, karena apabila tidak diingatkan oleh malam ini, akupun juga akan lupa.

Aku menyebut cerita ini kw super dari cerita sebelumnya karena ada beberapa kesamaan yang aku sadari. Biar aku beri petunjuk!

1. Kabut
Jarak pandang kita kurang lebih sama. Seratus meter? Aku rasa tidak sampai. Mungkin sekitar sepuluh meter kedepan. Ada lapisan putih yang seolah menampakan dirinya pada setiap sumber cahaya yang kita lewati. Kabut ini memberikan kesempatan cahaya untuk terlihat, namun ia pula menghalangi cahaya untuk melaksanakan tugasnya. Menghalangi kemampuan cahaya untuk melawan pekatnya sang hitam yang telah ada di sekeliling kita.


2. Kita kedinginan
Kamu tau suhunya berapa pada hari itu? Aku juga tidak. Tapi ada satu hal yang jelas, ada sesuatu yang menusuk-nusuk tubuh kita menembus lapisan kain yang telah sengaja kita gunakan untuk melawan hal tersebut. Namun harus kita akui, seberapapun perisai yang kita gunakan, serangan dari cuaca memang masih terlalu agung untuk kita kalahkan.

Kamu mungkin tau kesamaannya namun tentu kamu tidak akan tau mana yang aku katakan sebuah kejadian sesungguhnya dan mana yang merupakan replikasi kw super dari kejadian yang asli. Well, keduanya memang terjadi.

Namun kamu mengerti? Apa yang membuat ini menjadi asli dan membuat menjadi replikasi?

Sederhana. Kesamaan skenario yang terjadi tersebut membuat aku menyadari apa hal yang bisa membuat ini berbeda.

Yappp!!!

Sadar atau tidak sadar, ada perbedaan yang sangat mendasar bagaimana aku melewati suasana malam itu dengan malam lainnya. Bedanya hanya satu. Orang yang berada disampingku, bukan orang yang mampu memanfaatkan suasana malam itu untuk menciptakan kehangatannya.

Suasananya boleh sama, namun rasanya berbeda.

Malam ini aku sadar, bahwa kamu memang ajaib! Kamu punya kekuatan yang berbeda!

Aku yang diberikan kesempatan dua kali mengenal perasaan yang sama, diberikan kesempatan untuk lebih mengerti apa yang mampu menciptakan suasana yang berbeda. Bukan malam, bukan kabut, bukan suasana,

Tapi KAMU!

http://favim.com/orig/201103/01/Favim.com-3404.jpg

-Cerita ini terinspirasi untuk mencari tau lebih dalam makna dari de ja vu
 Pasti ada tujuan engkau mengalami sesuatu dua kali. Carilah pesan dari hal tersebut-

Post a Comment

Another Ordinary Night

0 comments
It was another ordinary night.
 



We still share happiness, laugh together, and of course talking about our "public enemy" just like what we did since 4 years ago.
It is amazing to see how we grow older, still we never become an old friend. 



 
Yes, today was just another ordinary night, for our extraordinary friendship.


Post a Comment